Terapi Okupasi

Terapi Okupasi adalah bentuk layanan kesehatan kepada masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik dan atau mental dengan menggunakan aktivitas bermakna (okupasi) untuk meningkatkan kemandirian individu pada area aktivitas kehidupan sehari-hari, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan utama dari Okupasi Terapi adalah memungkinkan individu untuk berperan serta dalam aktivitas keseharian. Okupasi terapis mencapai tujuan ini melalui kerja sama dengan kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk terlibat dalam aktivitas yang mereka inginkan, butuhkan, atau harapkan untuk dikerjakan, serta dengan mengubah aktivitas atau lingkungan yang lebih baik untuk mendukung keterlibatan dalam aktivitas.

Dalam memberikan pelayanan kepada individu, okupasi terapis memerhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (keterbatasan) yang dimiliki individu, dengan memberikan aktivitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna). Dengan demikian diharapkan individu tersebut dapat mencapai kemandirian dalam aktivitas produktivitas (pekerjaan/pendidikan), kemampuan perawatan diri (self care), dan kemampuan penggunaan waktu luang (leisure).

Okupasi Terapi pada kondisi anak berkaitan dengan penguatan keterampilan motorik seperti menulis, memotong, mengikat tali sepatu dan menggunakan peralatan di sekitarnya. Untuk orang dewasa yang pulih dari kecelakaan atau stroke, biasanya mencakup keterampilan yang terkait dengan pekerjaan, untuk anak-anak, yang “pekerjaan” adalah sekolah dan bermain, ia akan fokus lebih tajam pada tahap perkembangan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk kegiatan bermain dan akademik. Okupasi terapis bekerja dengan anak-anak biasanya menggunakan teknik dan rutinitas yang mungkin tampak seperti bermain, tetapi dirancang untuk menargetkan area keterlambatan dan kesulitan. Beberapa terapis okupasi juga dilatih dalam terapi dengan pendekatan Sensori Integrasi, yang menggunakan kegiatan bermain untuk membantu anak-anak memproses dan mentolerir informasi lebih baik yang mereka dapatkan melalui indera mereka.